You are here
Home > Berita > Mabin TPQ An Nahdliyyah: Diklat Metode An Nahdliyah Angkatan Ke-3

Mabin TPQ An Nahdliyyah: Diklat Metode An Nahdliyah Angkatan Ke-3

Lakpesdam News

Majelis Pembina (Mabin) TPQ An Nahdliyah menggelar Diklat Al Qur’an Metode An Nahdliyah Angkatan Ke-3 yang diikuti 150 guru TPQ yang tergabung di dalam Mabin An Nahdliyyah PC LP Ma’arif NU Metro dan Tenaga Pendidik dan Kependidikan yang berada di bawah naungan PC LP Ma’arif NU Metro.

Rangkaian acara dilaksanakan 3 hari 24-26 Agustus 2017 di kampus IAIMNU Metro dengan Narasumber KH. Syamsuddluha Muassish Metode “An Nahliyyah” Jawa Timur dan Ky Khoirul Huda Wahid dari Langitan Widang Tuban Jawa Timur.

Secara garis besar dalam diklat ini terdapat dua kelompok materi, yang pertama materi mengenai metode pengelolaan TPA dan TPQ dan yang kedua materi tentang metode membaca Al Qur’an “An Nahliyyah” itu sendiri. Materi yang akan disampaikan antara lain: Strategi pendirian dan pengelolaan TPQ, Makhorijul Huruf dan Shifatul Huruf + Jilid I s.d Jilid VI, Tehnik Evaluasi PBP / Pendalaman PBP, Strategi pendirian dan pengelolaan PSQ & Kaifiyatul Qiro’ah, Ghoro’ibul Qur’an & Ahkamul Mad Wal Qosor dan Ahkamul Waqfi Wal Ibtida’, Tehnik Evaluasi PSQ / Munaqosyah dan Pengijazahan dan Istighosah.

Amat Subari selaku Ketua Mabin mengungkapan tujuan diklat ini memberikan pembekalan kepada tenaga pendidik tentang metode membaca Al Qur’an “An Nahdliyyah” selanjutnya diharapkan tenaga pendidik tersebut dapat mengembangkan TPA/TPQ di masing-masing satuan pendidikan.

Lembaga Pendidkan Ma’arif Nahdlatul Ulama Kota Metro sebagai depertemen Nahdlatul Ulama yang memiliki tugas pengembangan pendidikan merasa perlu untuk mewujudkan dan pengembangan TPA/TPQ di masing-masing satuan pendidikan di bawah naungan Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kota Metro sebagai wujud kongkret upaya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al Qur’an peserta didik dan upaya memberatas buta huruf dan baca Al Qur’an.

Ketua PC NU Kota Metro KH. Ali Qomaruddin membuka acara secara resmi, Beliau mengatakan jangan pernah percaya dengan metode menghafal Al-Qur’an yang mampu menghafal dalam waktu 1 bulan. Karena saat ini banyak penghafal tapi tidak memahami maharijul huruf. Jangan pernah malu dan minder menjadi guru ngaji, karena Al-Qur’an memberikan karamah dalam setiap kehidupan sehingga kita harus selalu senantiasa menghidupkan Al-Qur’an. Pesan Beliau [CH]

Share

Leave a Reply

Top