You are here
Home > Berita > HARLAH NU KE-95 KOTA METRO

HARLAH NU KE-95 KOTA METRO

Lakpesdam News

PCNU Kota Metro gelar Harlah NU ke-95 di pelataran Kampus IAIMNU Metro (Rabu, 11/04). Dihadiri PW NU Provinsi Lampung, Prof. Dr. Muhamad Mukri, sekaligus selaku pembicara. Hadir pula jajaran Syuriah dan Tanfidiyah NU Kota Metro,

Acara harlah diawali dengan pembukaan dengan pembacaan suratul Fatihah, Pembacaan Kitab Suci Al-Qur’an dan salawat Nabi, Manyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Subhanul Wathon. Serta yel-yel Kader Penggerak NU.

Ketua PC NU Metro KH. Ali Qomaruddin dengan semangat Harlah ini memberikan pesan dalam sambutannya bahwa, “Harlah NU Kota Metro diakukan dengan dua fase, fase pertama Harlah diperingati pada kalender Masehi, dimana kegiatan diisi oleh MWC-MWC NU se-Kota Metro dengan  rangkaian agenda bertemakan pendidikan, dan keolahragaan. Pada fase kedua diperingati pada kalender Hijriah dengan mengadakan perlombaan MWC NU dan TPQ An Nahdliyah sehat.

Agenda ini dilaksanakan bukan hanya sebagai pengisi kegiatan Harlah tetapi juga sebagai konsolidasi dan penataan tertib organisasi Nahdlatul Ulama di wilayah Kota Metro. selain program pendidikan dan keorganisasian, tahun ini NU Kota Metro meluncurkan program entrepreneur bagi pengurus dan warga NU dengan produk WayNU.

Dalam rangkaian agenda Harlah diumumkan pemenang lomba MWC NU TPQ An Nahdliyah Sehat 2018 sebagai berikut:

Juara Lomba MWC NU Sehat:
Juara 1 : MWC NU Metro Barat
Juara 2 : MWC NU Metro Selatan
Juara 3 : MWC NU Metro Pusat

Juara Lomba TPQ An Nahdliyah Sehat:
Juara 1 : TPQ Nurul Iman Metro Selatan
Juara 2 : TPQ Al Hikmah Metro Barat
Juara 3 : TPQ MINU Metro

Dalam acara puncak, ceramah oleh Prof. Dr. Muhammad Mukir selaku PW NU Provinsi Lampung sekaligus Ketua Rektor UIN Raden Intan Lampung.

Dalam ceramahnya Beliau menyampaikan bahwa NU selama ini dibonsai (dikerdilkan) oleh banyak pihak, NU boleh hidup tapi tidak boleh berkembang, saat ini NU banya dihujat, dibully. Sehingga pada usia yang ke 95 NU harus mulai menata kader melalui berbagai pendidikan karena saat ini 70% lebih Pengurus NU dihuni oleh orang-orang yang tidak paham NU.

NU harus mulai bicara, tidak boleh diam terhadap berita dan pernyataan yang ramai di media social, cetak maupun elektronik, yang banyak menyudutkan NU.

Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh KH. Zainal Abidin. [CH]

Share

Leave a Reply

Top